The Host karya Stephanie Meyer, novel yang tebelnya 770 halaman ini sebenernya udah lama gue nanti-nantikan (diskonnya). Karena harganya bener-bener ngga pas di dompet, 99.000 (n). Dan ternyata waktu gue jalan-jalan di sekitar asemka ada toko buku bekas yang jual seharga 30.000 rupiah, dan langsung gue beli tanpa pikir panjang. Lalu ternyata gua sadari adalah palsu, sial.
Tapi tetep gue baca, heheh.. Lalu novel itu pun gue baca selama 3hari penuh, dan baru selesai kemarin. Ternyata, bagus bangeet! Menantang dan bikin penasaran sampai ga bisa berhenti baca. Itu novel gua bawa kemana-mana, waktu makan, waktu di kamar mandi sampai-sampai nyokap marah karena gue kurang tidur dan cuma tidur 3-4 jem. Alhasil kemaren gue mimisan. Tapi bener-bener ga nyesel, pengen banget nonton filmnya kalo ada.. Kalo Twilight bagus, yang ini lebih bagus lagi.
Berikut sinopsisnya:
Bumi diserang makhluk tak kasat mata yang disebut ‘jiwa’. Makhluk itu mengikatkan diri pada otak dan tubuh manusia serta mengambil alih peran manusia itu baik tubuh maupun jiwa. Sementara itu, sebagian manusia-manusia pemberontak yang menolak memberikan tubuh mereka diburu sehingga harus bersembunyi. Namun, ternyata tak semua manusia yang ditangkap rela disusupi ‘alien’.
Melanie Stryder menolak di tundukkan!
Ketika Mel tertangkap oleh para pencari, Mel nekat menyakiti dirinya sendiri dengan meloncat ke dalam terowongan lift. Namun, para Penyembuh berhasil memperbaiki kerusakan pada tubuh Mel dan menyisipkan jiwa ke dalamnya. Jiwa ini, Wanderer adalah jiwa pengelana. Bumi adalah tempat tinggal Wanderer yang ke-sembilan.
Awalnya Wanderer membenci Mel yang menolak pergi dari tubuhnya. Tetapi lama kelamaan, ketika Mel tanpa sadar membagi mimpi dan ingatannya mengenai Jamie – adiknya dan Jared – orang yang dicintainya, Wandarer bertekad untuk pergi mencari Jamie dan Jared.
Hampir mati kehausan, Wanderer ditemukan Uncle Jeb di padang pasir dan berhasil menemukan Jamie dan Jared di sebuah tempat persembunyian manusia terakhir. Tidak dipercaya dan dicurigai, Wanderer sempat menjadi pusat kebencian orang-orang di sana. Tetapi ketika diketahui, Wandarer – yang dinamai Wanda oleh orang-orang dalam persembunyian – tidak berbahaya, Ia menjadi salah satu bagian dari komunitas. Wanda diperlakukan secara manusiawi oleh komunitas. Ia bekerja di lading, memasak di dapur, bahkan menjadi guru sejarah saat makan malam.
Dengan Mel, Wanda berbagi cinta kepada Jamie dan Jared. Wanda juga yang menolong Jamie saat Jamie terluka parah dengan ‘menjarah’ obat-obatan para Jiwa. Ketika diketahui Ian, salah satu sahabat Wanda, jatuh cinta kepada Wanda, Wanda terbagi dua. Ia menginginkan Ian, namun Mel membenci Ian. Di samping itu Mel yang mencintai Jared enggan bila Wanda juga mencintai Jared.
Konflik semakin runcing ketika Pencari, menemukan persembunyian mereka dan membunuh Wes – salah satu sahabat Wanda. Pencari itu tertangkap. Wanda menyelamatkan hidup Pencari dengan mengeluarkan jiwa dari Pencari dan mengirimkan jiwa tersebut ke planet lain. Kepada Doc, Wanda menukar pengetahuan dengan dua syarat: pertama, Doc harus berjanji mengirim Jiwa Pencari ke planet lain, dan kedua, dia berjanji mengangkat Jiwa Wanda dari tubuh Melanie dan menguburkan Wanda, yang tak ingin menjadi parasit. Wanda ingin mengembalikan Mel dan tubuh Mel ke tengah keluarganya.
Tak diduga, Mel menolak hal tersebut. Tanpa disadari mereka berdua, Mel dan Wanda terikat satu sama lain dan saling mencintai. Namun Wanda tetap bersikeras membebaskan Mel. Wanda menjauhi Ian, ketika Ian marah saat mengetahui rencana Wanda. Ian bersikeras mencintai Wanda bukan karena tubuh yang ditumpanginya melainkan karena jiwa Wanda sendiri. Wanda pun menyadari di saat terakhir bahwa ia mencintai Ian dengan segenap jiwanya. Tetapi Wanda tak mau lagi menjadi parasit.
Sesaat kemudian, Wanda terbangun. Ia terkejut mendapati tubuhnya. Ternyata Mel, Ian dan sahabat-sahabat yang mencintainya tak rela bila berpisah dengan Wanda. Mereka mencuri tubuh, mengeluarkan jiwa di dalamnya dan menempatkan Wanda dalam tubuh itu. Kali ini, tubuh itu kosong dan menginginkan Wanda ada di dalamnya.
Dengan Ian, Wanda menemukan pasangan sejatinya. Ternyata, Bumi yang dipenuhi kekerasan antar manusia, juga mampu menawan jiwa dengan emosi-emosi , rasa dan kenangan manusia yang begitu kompleks. Di bumi, Wanda mengikatkan jiwanya sebagai perhentian terakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar